Sejarah dan Perkembangan Linux

Linux muncul pada tahun 1991 yang
dikembangkan oleh mahasiswa yang bernama Linus Trovalds dengan tujuan membuat
sistem operasi gratis dengan kemapuan seperti UNIX tetapi kompatibel dengan PC.
September 1991, Linux diluncurkan pertama kali dengan panjang source code
10.239 lines versi 0.01. Perkembangan berikutnya adalah versi 0.95 yang
dianggap rilis paling penting, karena mampu menjalankan X Windows System. Pada tanggal
9 Mei 1996, TUX diresmikan sebagai maskot Linux yang dibuat oleh Larry Ewing
sesuai dengan pernyataan “Linus likes
penguins”. Nama TUX sendiri diambil dari Trovalds Unix untuk menghormati
Linus Trovalds sebagai pengembang Linux.
Pada awalnya Linux diluncurkan
dibawah lisensi yang melarang komersialitas. Tetapi pada perkembangannya, Linus
Trovalds mengubah lisensinya menjadi GNU
General Public License. Lisensi mengijinkan distribusi atau bahkan
penjualan versi Linux yang sudah dimodifikasi tetapi dengan catatan bahwa semua
distribusi tersebut haras dibawah lisensi GNU GPL dan harus dengan source code
programnya.
Logo Linux adalah sebuah pinguin.
Tidak sepert produk komersil sistem operasi lainnya, Linux tidak memiliki
simbol yang terlihat hebat. Melainkan Tux, nama pinguin tersebut,
memperlihatkan sikap santai dari gerakan Linux. Logo yang lucu ini memiliki
sejarah yang unik. Awalnya, tidak ada logo yang dipilih untuk Linux, namun pada
waktu Linus (pencipta Linux) berlibur, ia pergi ke daerah selatan. Disanalah
dia bertemu seekor pinguin yang pendek cerita menggigit jarinya. Kejadian yang
lucu ini merupakan awal terpilihnya pinguin sebagai logo Linux. Tux adalah
hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu para pengembang merasa bahwa Linux
sudah memerlukan sebuah logo (1996), dan nama yang terpilih adalah dari usulan
James Hughes yaitu “(T) orvolds (U)ni(X) — TUX!”. Lengkaplah sudah logo dari
Linux, yaitu seekor pinguin bernama Tux. Hingga sekarang logo Linux yaitu Tux
sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang lebih mudah mengenal segala
produk yang berbau Linux hanya dengan melihat logo yang unik nan lucu hasil
kerjasama seluruh komunitas Linux di seluruh dunia.
Macam-Macan
Distro Linux
Dalam sistem operasi Linux,
ada beberapa macam distro (macam) antara lain adalah sebagai berikut :
1)
Ubuntu
Arti
Ubuntu diketahui hampir semua geek, definisinya adalah "sebuah kata
Afrika yang berarti 'kemanusiaan untuk semuanya' atau 'saya dibentuk oleh kita
semua'. Distribusi Ubuntu membawa semangat Ubuntu ke dunia perangkat
lunak."
2)
OpenSUSE
Adalah sebuah proyek SUSE open source yang
disponsori Novell dan AMD. SUSE adalah akronim dalam bahasa Jerman untuk "Software- und System-Entwicklung" (pengembangan perangkat lunak dan sistem). Akan
tetapi ada juga yang mengatakan bahwa nama SUSE dipakai untuk menghormati
insinyur Konrad Zuse.
3)
Fedora
Adalah sebuah proyek Linux komunitas yang disponsori Red Hat. Nama
"Fedora" ini diambil dari jenis topi (fedora) yang dipakai
oleh pria di logo Red Hat.
4)
Mandriva
Distribusi Linux ini berasal dari Mandrake Linux
yang dibuat oleh MandrakeSoft, akan tetapi MandrakeSoft kalah dari Hearst
Corporation dalam hak penggunaan nama "Mandrake." MandrakeSoft
kemudian membeli Connectiva, dan hasil pencampuran ini disebut Mandriva.
5)
Ubuntu Studio
Hanya sebuah turunan Ubuntu yang dikhususkan
untuk produksi multimedia.
6)
DesktopBSD
Dari situsnya: "DesktopBSD bertujuan menjadi
OS stabil dan kuat untuk para pemakai desktop.
Perintah
Dasar Linux
Perintah-perintah dasar dalam system operasi
Linux antara lain:
1) rm : menghapus file atau
direktori.
2) cp : perintah copy
3) cp-R : mengcopy direktori
beserta isisnya
4) reboot : restart computer
5) halt : mematikan system
operasi
Keunggulan dan Kelemahan Linux
1)
Keunggulan Linux antara lain :
-
Murah, karena tidak ada license
-
Freeware atau Open Source
-
Stabil digunakan, baik untuk server maupun client
-
Tahan dari serangan virus
-
Multiuser
-
Multitasking
-
Pemanfaatan memory secara optimal karena membuat virtual memory
2)
Kelemahan Linux antara lain :
-
Sulit dan butuh beradaptasi bagi user yang masih awam
-
Dukungan driver hardware yang masih terbatas
-
Dukungan program-progam aplikasi yang tidak sebanyak platform Windows
-
Proses instalasi software/program tidak semudah seperti pada Windows
1 comments:
good
Post a Comment